Tahanan BNN Kabur, Ombudsman Sumatra Utara Temukan Praktek Maladministrasi

Ombudsman perwakilan Sumatera Utara menemukan maladministrasi, penyimpangan prosedur dalam hal proses penjagaan tahanan di rumah tahanan (rutan) milik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut dan BNN Kabupaten/Kota.

Ombudsman perwakilan Sumatera Utara menemukan maladministrasi, penyimpangan prosedur dalam hal proses penjagaan tahanan di rumah tahanan (rutan) milik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut dan BNN Kabupaten/Kota.

Hal itu merujuk pada Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) terkait tahanan kabur dari Markas Komando BNNP Sumut, Minggu dini hari, 16 Mei 2021.

Dalam LAHP yang diserahkan langsung Kepala Ombudsman Sumut, Abyadi Siregar kepada Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sumut Kombes Pol Sempana Sitepu, dijelaskan bahwa telah terjadi praktek maladministrasi di lingkungan rutan.

“Salah satu (laporan) di antaranya itu adalah kami melihat ada maladministrasi, penyimpangan prosedur dalam hal proses penjagaan tahanan di lingkungan rumah tahanan,” kata Abyadi, dalam keterangannya, Kamis (3/6/2021).

Abyadi menerangkan pasca tahanan kabur, pihaknya langsung meninjau Rutan BNNP di Jalan Balai Pom, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Selasa, 18 Mei 2021. Kemudian, setelah itu mendatangi sejumlah BNN Kabupaten/Kota di Sumut.

“Jadi, yang melakukan pengawasan, penjagaan tahanan itu petugas jaga di situ. Bukan petugas jaga fungsi utamanya menjaga tahanan. Tapi, adalah penyidik sebetulnya. Sehingga kemudian tentu ini jadi tidak benar,” tuturnya.

Dari hasil peninjauan secara sidak tersebut, Ombudsman Sumut menemukan bahwa penjaga tahanan BNN hanya sekuriti atau satpam kantor yang merangkap tugas jaga.

“Lalu, lebih ironi lagi ketika kami lanjutkan itu ke BNN kabupaten/kota, di situ malah (tahanan) yang jaga itu adalah sekuriti, satpam di kantor itu,” ujar Abyadi.

Karena itu, Abyadi memberikan beberapa bagi pemangku kebijakan di BNN. Salah satunya melakukan rekrutmen petugas penjaga tahanan BNN khusus. Bukan satpam yang merangkap tugas, karena ditakutkan hal serupa terulang kembali.

“Kita mendorong supaya untuk menghindari terjadinya kejadian-kejadian seperti ini (tahanan kabur). Kami melihat bahwa perlu ada rekrutmen. Kita dorong kepada BNN supaya melakukan rekrutmen petugas jaga tahanan di BNN,” jelas Abyadi.

Selain itu, Ombudsman juga mendorong agar BNN Sumut memperbaiki tata kelola strukturnya. Abyadi menyarankan agar ada bidang khusus untuk pengawasan tahanan.

“Kita mendorong juga kepada BNN memperbaiki tata kelola strukur. Karena sebetulnya tidak ada khusus bidang yang menangani tentang pengawasan tahanan di rutan (BNN),” tutur Abyadi.

Sementara, kepada Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sumut, Kombes Sempana Sitepu menjelaskan akan menyampaikan LAHP dari Ombudsman Sumut kepada pimpinan BNNP Sumut untuk segera ditindaklanjuti.

Sempana mengatakan rekomendasi dari Ombudsman Sumut akan disampaikan kepada BNN Pusat.

“Ada beberapa saran yang harus ditindaklanjuti antara internalnya BNN RI. Karena ada hal-hal, rekomendasi-rekomendasi, yang perlu kami sampaikan ke pusat,” terangnya.

Mengenai tahanan yang kabur, Sempana mengatakan ada 6 orang. Namun, dua orang diantaranya sudah berhasil diamankan kembali. Sisanya, masih dilakukan pencarian.

“Tinggal kita mencari 4 orang lagi. Kami menerima hasil laporan investigasi dan nanti kami akan menindaklanjuti beberapa saran dari laporan tersebut,” ujarnya.*

Leave A Reply

Your email address will not be published.