Survei SMRC: Tren Lonjakan Pemilih PKB ungguli Golkar Hingga PDI-P

Rilis hasil survei terbaru SMRC mendapuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai politik dengan tren lonjakan pemilih paling signifikan dalam tiga bulan terakhir.

Rilis hasil survei terbaru Lembaga Survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mendapuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai politik (parpol) dengan tren lonjakan pemilih paling signifikan dalam tiga bulan terakhir.

Tren peningkatan pemilih PKB bahkan mengungguli Golkar hingga PDI-P.

Bila mengacu pada hasil survei sebelumnya pada bulan Maret lalu, hanya ada dua partai yang memiliki tren kenaikan suara pemilih, yakni PKB dan PDI-P. Namun, tren lonjakan pemilih PKB jauh lebih signifikan dalam tiga bulan terakhir.

Hasil survei Bulan Maret menunjukkan perolehan suara PKB bertambah 2%, dari sebelumnya hanya 7,7% menjadi 9,7%. Sementara PDI-P hanya bertambah 1%, dari sebelumnya 24,9% menjadi 25,9%.

Sementara itu, partai politik lainnya mengalami tren penurunan pemilih.

Partai Gerindra dari sebelumnya 11,6% menjadi 10,9%, Partai Golkar dari 11,6% menjadi 10,7%, Demokrat dari 7,5% menjadi 6,6%, PKS dari 5,2% menjadi 4,6%. NasDem dari sebelumnya 4,1% menjadi 3,7%, PPP 2,7% menjadi 2,6%, dan PAN dari 2,5% menjadi 1,8%.

Pada survei terakhir yang dilaksanakan pada 21-28 Mei 2021, SMRC memotret ada 5 klaster parpol dilihat dari tingkat dukungan pemilih nasional.

Klaster 1, pada Pemilu 2019 PDI-P mendapatkan 19,3% suara, tidak berbeda jauh dari hasil 2014. Menurut hasil survei terbaru SMRC, suara pemilih PDIP sebesar 25,9%. Namun jika dilihat dari tren survei sebelum pemilu sejak 2014, PDIP selalu di atas perolehan hasil pemilu.

Klaster 2, Gerindra dan Golkar bersaing ketat pada Pemilu 2019. Begitu pula dalam hasil survei terbaru SMRC, kedua partai itu mendapatkan 10,9% angka pemilih.

Klaster 3, partai yang stabil antara 4-9% adalah PKB, Demokrat, dan PKS.

Klaster 4, partai yang kurang stabil untuk lolos ambang batas parlemen adalah Partai Nasdem, PAN, dan PPP.

Klaster 5, partai non-parlemen yang masih belum terlihat mengalami kemajuan.

”Masih ada waktu 2,5 tahun untuk mengubah peta kekuatan partai di atas,” bunyi keterangan SMRC, dikutip Minggu (13/6/2021).

Survei SMRC kali ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.220 responden. Namun, responden yang dapat diwawancarai secara valid sebenyak 1.072 orang.

Survei tersebut memiliki Margin of error sebesar 3,05% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu PKB Jazilul Fawaid mengaku tidak menyangka bahwa tren peningkatan suara PKB paling signifikan dibandingkan parpol lainnya dalam tiga bulan terakhir. Padahal, PKB baru saja melakukan konsolidasi nasional melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas).

”Tentu hasil survei SMRC ini menjadi suntikan semangat baru bagi kami dan seluruh kader PKB dimanapun berada. Tentu tugas kami adalah terus merawat tren positif ini untuk mencapai target peningkatan suara PKB. Tapi dari pengalaman sebelum-sebelumnya, kalau trennya positif seperti ini insyaallah akan terus positif,” tuturnya.

Gus Jazil- sapaan akrab Jazilul Fawaid- mengingatkan para kader dan pengurus PKB di setiap tingkatan agar menjadikan tren positif ini sebagai stimulus dalam melakukan kerja-kerja politik, terus mendekat dan menyapa masyarakat, terutama di tingkat bawah.

“Jangan malah terlena dengan hasil survei ini. Jadikan ini pelecut semangan untuk meningkatkan perolehan suara PKB pada Pemilu 2024 mendatang,” kata Gus Jazil yang menjadi penanggap dalam rilis hasil survei SMRC.*

Leave A Reply

Your email address will not be published.