Sofyan Djalil Akui Susah Berantas Mafia Tanah Jika Ada Oknum BPN Terlibat

"Kalau orang luar yang melakukan praktik mafia tanah itu lebih mudah diberantas, tapi kalau ada oknum di dalam ini ikut terlibat, itu yang jadi masalah."

MENTERI Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A Djalil mengaku sulit memberantas mafia tanah jika oknum BPN terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

Dia menyampaikan hal itu saat mengunjungi Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (2/11/2021).

Menurut Sofyan, daerah yang mengalami perkembangan pesat seperti Kabupaten Tangerang menjadi peluang bagi ruang gerak mafia tanah.

Karena itu, Menteri ATR/Kepala BPN mengimbau kepada jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang untuk mendukung komitmen pemerintah dalam memberantas mafia tanah.

“Kalau orang luar yang melakukan praktik mafia tanah itu lebih mudah diberantas, tapi kalau ada oknum di dalam ini ikut terlibat, itu yang jadi masalah. Untuk itu, Pak Kanwil, tolong betul-betul diawasi kualitas pekerjaan yang baik,” ujarnya kepada Kepala Kanwil BPN Banten Rudi Rubijaya, dalam keterangan resmi, Rabu (3/11/2021).

Hal lain yang difokuskan pada kunjungannya kali ini, terkait pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Pihaknya berupaya mencari solusi untuk sertifikat tanah yang belum bisa diserahkan.

“Karena masyarakat setempat belum menyerahkan bukti hak kepemilikan, keberatan bayar pajak dan sebagainya,” imbuh Sofyan.

Terkait dengan sertifikat yang belum diserahkan kepada masyarakat, Menteri ATR/Kepala BPN mengimbau agar jajaran di Kantor Pertanahan dapat menjaga sertifikat dengan baik dan tidak menyalahgunakan hal tersebut.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional pun menghukum 125 pegawainya yang terlibat dalam kasus mafia tanah di Tanah Air. Sanksi tersebut berupa mutasi hingga pemecatan.

Ratusan pegawai BPN yang diketahui melanggar aturan itu alias terlibat dalam jaringan kasus mafia tanah, 32 orang di antaranya dikenakan hukuman berat seperti pemecatan.

“Oknum BPN itu kami keras sekali (bertindak). Banyak yang kita pecat. Ini bagian dari perbaikan sistem,” ujar Menteri ATR/BPN, Sofyan Jalil dalam konferensi pers virtual, Senin (18/10/2021).*

Leave A Reply

Your email address will not be published.