Realisasi Bansos Rendah, Politikus PKB Himbau Mendagri ajak seluruh petinggi penegak hukum awasi penyaluran bansos

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim menyoroti rendahnya realisasi belanja bantuan sosial (Bansos) di sejumlah daerah.

Royalnews.id, Jakarta – Politikus Partai Kebangkitan Bangsa Luqman Hakim menyoroti rendahnya realisasi belanja bantuan sosial (Bansos) di sejumlah daerah. Ia mengimbau agar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan terobosan agar kepala daerah tidak takut dalam menggelontorkan anggaran Bansos.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu mengimbau Mendagri Tito untuk mengajak seluruh petinggi penegak hukum agar pencairan dan penyaluran Bansos dapat diawasi, sehingga mencegah terjadinya penyimpangan.

“Pak Mendagri secepatnya mengundang Kapolri, Jaksa Agung, Ketua KPK dan Ketua BPK untuk membahas nota kesepahaman (MoU) bersama, bahwa seluruh aparat penegak hukum dan BPK akan melakukan langkah pencegahan penyimpangan atas realisasi belanja daerah,” kata Luqman kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

Setelah itu, karena sudah dilakukan pendampingan ketat, maka seluruh penegak hukum dan BPK berkomitmen tidak akan mempermasalahkan secara audit dan hukum.

“Utamanya bansos dan belanja tanggap Covid-19 tahun ini masih terjadi kekurangan di sana-sini,” ujarnya.

Menurut dia, rendahnya realisasi belanja bansos daerah dan belanja tanggap darurat covid-19 lainnya, dipicu oleh trauma pengalaman para kepala daerah atas yang pada akhirnya mendatangkan masalah berat.

“Baik ketika auditor-auditor BPK melakukan pemeriksaan maupun proses hukum,” kata dia.

Ia mendesak kepada seluruh kepala daerah agar mengedepankan kepentingan rakyat yang hidupnya harus ditolong karena pandemi Covid-19 untuk menjadi pertimbangan utama.

“Jika terdapat kekhawatiran kelak akan muncul masalah, para kepala daerah sebaiknya berkonsultasi dan meminta pendampingan dari penegak hukum di daerahnya dalam pengelolaan dana bansos. Ingat, kecepatan dan ketepatan realisasi belanja bansos merupakan kunci penting dari sukses pemerintah menangani pandemi Covid-19,” katanya.*

Leave A Reply

Your email address will not be published.