PPKM diperpanjang, Luhut: Kegiatan Ekonomi Bisa Dibuka Bertahap pada September 2021

"Pembukaan aktivitas ekonomi itu akan sangat tergantung pada pencapaian vaksinasi serta impelementasi dari 3T dan 3M."

Royalnews.id, Jakarta – Melalui Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 27 Tahun 2021, pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang masa PPKM hingga 9 Agustus 2021 guna menekan kasus Covid-19.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinvest) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa vaksinasi, peningkatan testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan) atau 3T, serta disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun atau 3M, merupakan kunci dari penanganan pandemi.

Menurut Luhut, potensi untuk kembali dibukanya kegiatan ekonomi sangat tergantung pada pencapaian vaksinasi serta impelementasi dari 3T dan 3M.

“Pembukaan aktivitas ekonomi itu akan sangat tergantung pada pencapaian vaksinasi serta impelementasi dari 3T dan 3M,” ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (2/8/2021).

Koordinator PPKM Jawa-Bali itu mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengarahkan para jajarannya untuk pelaksanaan vaksinasi, 3T, dan 3M bisa dilakukan dengan optimal. Dengan demikian, kasus Covid-19 bisa semakin terkendali dan pembukaan aktivitas ekonomi bisa dilakukan secara bertahap pada September 2021.

“Kami diperintahkan untuk melakukan langkah-langkah ini dengan sebaik-baiknya dan sedetail-detailnya, agar September bisa dilakukan pembukaan secara bertahap. Kita berharap, ini tergantung pekerjaan mingguan, mungkin secara bertahap ada juga yang akan kita mulai buka,” ungkapnya.

Terkait vaksinasi Covid-19, Luhut menargetkan bisa mencapai 70 juta dosis di bulan Agustus 2021 atau rata-rata berkisar 2 juta dosis per hari. Ia pun memastikan, pasokan vaksin memadai untuk mencapai target vaksinasi tersebut, sebab ada 258 juta vaksin Covid-19 siap suntik hingga Desember 2021.

“Mengenai vaksinasi, kami di bulan Agustus ini berharap bisa mencapai 60-70 juta yang akan vaksin, dan kami harap September juga bsia demikian,” kata dia.

Penerapan protokol kesehatan 3M yang masif di seluruh komponen masyarakat dan pelaksanaan 3T yang sistematis dan masif akan terus genjot.

Pemerintah menargetkan untuk melakukan tracing hingga ke 10 kontak erat per kejadian kasus positif, yang saat ini sudah mulai dijalankan oleh TNI dan Polri di lapangan.

Luhut menekankan, dalam menangani pandemi, pemerintah tak bisa bergerak sendirian tanpa keterlibatan peran dan kesadaran masyarakat.

Oleh sebab itu, diharapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk berperan penuh dalam terus menjaga protokol kesehatan.

“Kami berharap kerja sama dari kita semua dan juga untuk semua masyarakat memiliki kesadaran untuk berperan penuh dalam menjaga protokol kesehatan agar kita semua dapat segera keluar dari badai pandemi ini. Ini tidak bisa hanya dikerjakan pemerintah, seluruh bangsa harus terlibat,” pungkasnya.*

Leave A Reply

Your email address will not be published.