Penyidik KPK Konfirmasi Harun Masiku Masih di Indonesia

RoyalNews.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid mengonfirmasi bahwa tersangka buron, Harun Masiku berada di Indonesia. Dia mengatakan, keberadaan Harun Masiku terdeteksi di Indonesia hingga Jumat (28/5) lalu.

“Ada (terdeteksi di Indonesia) orang plat nomornya kami tahu, yang dipakai mobilnya. Masak sampean enggak percaya kalau Harun masih hidup?” kata Harun Al Rasyid sebagaimana dilansir dari Republika.co.id di Jakarta, Ahad (30/5).

Namun begitu, dia tidak merinci keberadaan mantan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu. Harun pun tidak bisa berbicara lebih lanjut terkait keberadaan tersangka buron tersebut.

“Tapi itu sudah beberapa hari yang lalu dan sekarang sudah hari Minggu. Perkembangan dari hari Jumat kan, ya sekarang sudah saya rahasiakan lagi dimana,” katanya.

Harun pun menegaskan bahwa dirinya dapat saja melacak keberadaan Harun jika mendapatkan perintah tugas dari pimpinan KPK. Sayangnya, dia mengaku saat ini tidak bisa berbuat apapun lantaran sudah diminta menyerahkan tugas ke atasan menyusul diterbitkannya SK 652 terkait hasil tes wawasan kebangsaan (TWK).

“Masalahnya kan kemudian kami diminta untuk menyerahkan tugas kembali kepada atasan, nah jadi kami enggak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Harun Al-Rasyin merupakan salah satu dari 75 KPK yang tersingkir lantaran tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bersama rekan-rekannya, seperti penyidik senior, Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK yang juga penyidik Yudi Purnomo, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi KPK Giri Suprapdiono.

Harun Al-Rasyid bersama rekannya Novel Baswedan

Harun menjelaskan tidak bisa menceritakan bagaimana teknis ia dapat mengetahui keberadaan harun masiku. Tapi yang pasti, ia meyakini bahwa buron KPK itu masih berada di Indonesia.

“Tapi kalau bagaimana kami teknis di lapangan, cara kami bekerja tentu enggak bisa diceritakan. Tapi intinya Harun Masiku ada, itu saja, berdasarkan hasil kerja kami, dia ada di Indonesia,” tambahnya.

Seperti diketahui, Harun Masiku dimasukan ke dalam daftar buronan oleh KPK pada 17 Januari 2020 lalu. Namun hingga saat ini KPK maupun aparat penegak hukum lain belum dapat menemukan keberadaannya.

Harun merupakan tersangka kasus suap paruh antar waktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024. Status itu dia sandang bersamaan dengan tiga tersangka lain yakni mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan, mantan anggota bawaslu Agustiani Tio Fridelia dan pihak swasta Saeful.

Wahyu disebut-sebut telah menerima suap Rp 900 juta guna meloloskan caleg PDIP Harun Masiku sebagai anggota dewan menggantikan caleg terpilih atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.