Pegawai KPK Tak Lolos TWK: Kami Dididik Memegang Integritas dan Independensi

RoyalNews.id – Rasamala Aritonang, salah satu dari 75 pegawai KPK yang tak lolos uji tes wawasan kebangsaan (TWK), menampik anggapan sebagian orang yang mencapnya dan pegawai lainnya yang tidak lolos KPK sebagai orang yang tak pancasilais dan tak cinta NKRI.

Rasamala sendiri sudah bekerja 13 tahun di KPK mengungkapkan alasan dia masuk ke KPK pada 2008 lalu lewat program Indonesia memanggil adalah karena kecintaannya pada tanah air Indonesia. Dia ingin Indonesia bebas korupsi. Bergabung di KPK menjadi pilihannya, dan berkarier hingga di posisi terakhir sebagai Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum KPK.

“Orang-orang yang dahulu direkrut KPK itu dididik untuk betul-betul memegang integritas dan independensi,” kata Rasamala sebagaimana dilansir dari kumparan, Kamis (27/5).

Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum KPK, Rasamala Aritonang

Karena itu, menurut Rasamala, akan lebih adil bila kemudian para pegawai KPK yang tak lolos TWK itu disebut karena memang tidak cocok menjadi ASN.

“Sampaikan saja karakter teman-teman ini enggak cocok jadi ASN. Jangan bilang enggak berpancasila, enggak cinta NKRI, dan macam itu, sehingga dibilang tidak memenuhi syarat. Jangan bilang begitu, bilang saja kelihatannya tidak cocok jadi ASN. Kita bisa paham” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rapat koordinasi, asesor TWK memaparkan hasil tes dari 75 pegawai KPK. Hasilnya sebanyak 24 pegawai dinilai masih bisa dibina dengan pendidikan wawasan kebangsaan lebih lanjut. Namun sisanya yakni 51 pegawai KPK dinilai sudah tidak bisa lagi dibina. Mereka bahkan mendapat tanda warna merah dari asesor.

Leave A Reply

Your email address will not be published.