Ketua IMF Minta G20 Cegah ‘Pukulan Menghancurkan’ bagi Negara Miskin

Negara-negara miskin menghadapi "pukulan ganda yang menghancurkan" dari pandemi dan kerusakan ekonomi yang diakibatkannya.

Royalnews.id, Washington – Direktur Pelaksana dan Ketua International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva, Rabu (7/7/2021) mendesak negara-negara kaya di dunia untuk berbuat lebih banyak dalam membantu negara-negara miskin menghadapi “pukulan ganda yang menghancurkan” dari pandemi dan kerusakan ekonomi yang diakibatkannya.

“Negara-negara miskin menghadapi pukulan ganda yang menghancurkan akibat kalah dalam perlombaan melawan virus dan kehilangan investasi utama yang akan membantu meletakkan dasar bagi pertumbuhan ekonomi mereka,” kata Georgieva.

Mengingat kesenjangan yang semakin dalam antara si kaya dan si miskin, Kristalina meminta G20 mengambil langkah-langkah mendesak agar negara-negara berkembang tidak semakin tertinggal dalam akses vaksin dan pendanaan untuk memperbaiki nasibnya.

“Ini adalah momen kritis yang menyerukan tindakan segera oleh G20 dan pembuat kebijakan di seluruh dunia,” ujarnya.

Sementara Amerika Serikat siap untuk tumbuh sebesar tujuh persen tahun ini – laju tercepat sejak 1984 – dan negara-negara seperti China dan kawasan Eropa mendapat momentum untuk tumbuh, negara berkembang terseok-seok untuk pemulihan dari pandemi dan ekonomi yang memburuk.

Perbedaan dramatis itu tentu disebabkan ketersediaan vaksin, tingkat infeksi, dan kemampuan negara-negara berkembang untuk memberikan dukungan kebijakan.

 

Karena itu, Kristalina meminta G20 untuk membantu negara-negara miskin mendapatkan vaksin, termasuk berbagi dosis, mempercepat pengampunan utang, dan membantu program vaksinasi setidaknya 40 persen dari populasi di setiap negara pada akhir tahun 2021, dan setidaknya 60 persen pada paruh pertama tahun 2022.

Dengan kurang dari satu orang dewasa dari 100 orang yang telah divaksin penuh di Afrika Sub-Sahara, dibandingkan dengan 30 persen di negara maju, negara-negara tersebut berisiko lebih tinggi untuk varian COVID-19 yang baru muncul, tambahnya.

IMF memperkirakan negara-negara berpenghasilan rendah perlu menggelontorkan sekitar US$200 miliar selama lima tahun hanya untuk penanggulangan pandemi, dan US$250 miliar lagi untuk reformasi ekonomi agar mereka dapat mengejar negara-negara kaya.

Kristalina berpendapat negara-negara itu tidak akan mampu melakukannya sendiri, negara-negara kaya harus menggandakan upaya mereka, terutama pada pembiayaan lunak dan pemberian utang.

IMF mengusulkan upaya bersama senilai US$50 miliar dengan Organisasi Kesehatan Dunia, Bank Dunia dan Organisasi Perdagangan Dunia untuk memperluas akses vaksin, “perubah permainan global” yang katanya akan menyelamatkan ratusan ribu nyawa dan mempercepat pemulihan.*

Sumber: CNA

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.