Alumni BEM dan Aktivis Kampus Deklarasikan Organisasi Persaudaraan Aktivis dan Warga Nusantara atau Pandawa Nusantara

Royalnews.id, Jakarta – Eksponen Presiden Mahasiswa (Presma) dan Aktivis intra kampus yang pernah membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia dan BEM Nusantara pada tahun 2000-an mendeklarasikan sebuah organisasi bernama Persaudaraan Aktivis dan Warga Nusantara (Pandawa Nusantara).

Pembentukan organisasi tersebut sekaligus menunjuk secara aklamasi Maman Abdurrahman sebagai Ketua Umum Pandawa Nusantara.

Acara deklarasi tersebut diawali dengan silaturahmi seluruh anggota Pandawa Nusantara di Aula Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Sabtu, (28/8/2021).

Saat acara deklarasi dan silaturahmi, Sekjen Pandawa Nusantara, Faisal Anwar memaparkan secara singkat mengenai visi misi dan latar belakang serta konsentrasi demokrasi dan ekonomi yang dianut oleh organisasi Pandawa Nusantara.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pandawa Nusantara, Maman Abdurrahman mengatakan bahwa pembentukan organisasi tersebut dibentuk oleh sekitar 100 mantan anggota BEM di Jabodetabek.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI tersebut menekankan bahwa pembentukan organisasi tersebut haruslah mampu memberikan kemanfaatan pada bangsa Indonesia.

“Kehadiran Pandawa Nusantara ini dalam konteks kepentingan kelompok maupun pribadi harus mampu memberikan kemanfaatan buat kita semua,” kata Maman Abdurrahman.

Sementara itu, Sekjen Pandawa Nusantara, Faisal Anwar mengatakan implementasi dari visi, misi dan gagasan harus ditransformasikan dalam penguatan peran pemuda.

“Khususnya aktivis dan mantan aktivis kampus serta warga masyarakat dalam membangun ekosistem demokrasi sebagai pandangan dan tatanan kehidupan bersama dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata Faisal.

Setelah sambutan acara, Sekjen Pandawa Nusantara, Faisal Anwar, membacakan deklarasi pembentukan Pandawa Nusantara secara resmi.

Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan bendera pataka Pandawa Nusantara oleh Ketua Umum Pandawa Nusantara diikuti dengan perwakilan para anggotanya.

Untuk diketahui, deklarasi tersebut diikuti oleh mantan alumni aktivis intra kampus yang terdiri dari sebanyak 22 kampus yakni Universitas Trisakti, Universitas Taruma Negara, UIN Syarif Hidayatullah,  PTIQ, Universitas Jayabaya, Univeritas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Universitas Al-Azhar, Perbanas Institute, Universitas Mercubuana, Universitas Bhayangkara, Universitas Ibnu Chaldun,  UMJ, STIE Ahmad Dahlan, STIE Trisaksi, Budi Luhur, Ukrida, IISIP Jakarta, UNJ, Universitas Moestopo Beragama, IPN, UPI Bandung, dan STT PLN.*

Leave A Reply

Your email address will not be published.